Kepala SKPD
Menu Utama
Agenda Kegiatan
Link Penting
www.mojokertokab.go.id Situs Resmi Kabupaten Mojokerto.

Info humas

  • [alternative text]Perkuat Sendi Mental Spiritual Kabupaten Mojokerto dalam Dibak Kubro Ambil Bagian
  • [alternative text]Perkuat Sendi Mental Spiritual Kabupaten Mojokerto dalam Dibak Kubro Ambil Bagian
  • [alternative text]Gebyar HAN 2015 dan Pengukuhan Bunda PAUD, Bupati Paham Betul Masa Golden Age Anak
  • [alternative text]Tanah Suci Makin Padat, Bupati Pesan JCH 2015 Jaga Fisik, dan Koordinasi Terarah dengan Petugas
  • [alternative text]Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-70, Bupati Harap Sub-Tema Ayo Kerja Sebagai Pisau Bedah Kupas MEA 2015
Perkuat Sendi Mental Spiritual Kabupaten Mojokerto dalam Dibak Kubro Ambil Bagian

Perkuat Sendi Mental Spiritual Kabupaten Mojokerto dalam Dibak Kubro Ambil Bagian

Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam komitmennya untuk terus memperkuat sendi-sendi mental spiritual, menggelar acara Diba’ Kubro bersama fatayat se-Kecamatan Pungging, yang digelar di Pendopo Kecamatan Pungging, Minggu 30 Agustus 2015 pagi.

            Silaturahmi, do’a, dan ngaji bersama tersebut dihadiri Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, dan beberapa undangan dari kalangan tokoh masyarakat Kecamatan Pungging serta perangkat Muspika. Agenda penguatan mental spiritual seperti ini, sudah sejak lama menjadi program Bupati yang akan diharapkan mampu berjalan beriringan dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Ia menuturkan bahwa visi misi penguatan mental spriritual Kabupaten Mojokerto adalah mutlak dibutuhkan.

            “Diba’ Kubro punya andil dan bagian dalam pembentukan mental spiritual. Saya harap para camat turut kooperatif terhadap lancarnya sendi-sendi penguatan mental spiritual Kabupaten Mojokerto, dengan terus membuat dan merencanakan program sejenis secara berkala sebagai suatu agenda rutin. Kita berdoa agar kegiatan keagamaan terus berjalan secara kontinyu, dan menjadi getok tular di semua daerah/kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto”, lontar Bupati.

            Kehidupan modern telah membuat banyak orang terjebak pada materialisme, dimana segala sesuatu diukur dengan materi. Pemenuhan kebutuhan dianggap cukup jika jasmani telah mendapatkan apa yang diinginkannya. Sementara itu, rohani menjadi sesuatu yang kurang mendapatkan perhatian. Berangkat dari simpulan ini salah satunya, Pemkab Mojokerto getol menekankan pentingnya penguatan mental spiritual di segala aspek.

            Ratusan ibu-ibu jamaah Diba’ Kubro yang memadati area pendopo Kecamatan Pungging turut larut dalam lantunan doa dan Shalawat bersama. Bupati dalam sambutannya juga mengapresiasi antusias para jamaah Diba’ Kubro yang sadar akan pentingnya meningkatkan nilai keimanan dengan cara terus ‘berjalan mendatangi’ pintu-pintu amal yang terepresentasikan oleh gelaran acara-acara ngaji bareng penuh manfaat Diba’ Kubro bersama yang tengah berlangsung.

            Bupati dalam acara sedikit menghimbau agar pengurus kegiatan (baik dari perangkat desa dan kecamatan yang bersangkutan), berkomunikasi intensif dengan Pemkab Mojokerto terkait koordinasi rancangan agenda pengayaan mental spiritual yang ditargetkan dapat terus dilaksanakan ke depannya.

            “Komunikasi pengurus dengan Pemkab Mojokerto, Saya harap bisa berjalan dengan baik. Komunikasi dua arah harus terpelihara, karena untuk menyusun agenda-agenda besar keagamaan diperlukan koordinasi matang. Brainstorming atau pemetaan yang tersusun, cukup siginfikan perannya sebab sistem pemerintahan yang cukup rumit akan membuat proses-proses yang diperlukan memakan waktu”, ucap Bupati.

Read more

Perkuat Sendi Mental Spiritual Kabupaten Mojokerto dalam Dibak Kubro Ambil Bagian

Perkuat Sendi Mental Spiritual Kabupaten Mojokerto dalam Dibak Kubro Ambil Bagian

Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam komitmennya untuk terus memperkuat sendi-sendi mental spiritual, menggelar acara Diba’ Kubro bersama fatayat se-Kecamatan Pungging, yang digelar di Pendopo Kecamatan Pungging, Minggu 30 Agustus 2015 pagi.

            Silaturahmi, do’a, dan ngaji bersama tersebut dihadiri Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, dan beberapa undangan dari kalangan tokoh masyarakat Kecamatan Pungging serta perangkat Muspika. Agenda penguatan mental spiritual seperti ini, sudah sejak lama menjadi program Bupati yang akan diharapkan mampu berjalan beriringan dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Ia menuturkan bahwa visi misi penguatan mental spriritual Kabupaten Mojokerto adalah mutlak dibutuhkan.

            “Diba’ Kubro punya andil dan bagian dalam pembentukan mental spiritual. Saya harap para camat turut kooperatif terhadap lancarnya sendi-sendi penguatan mental spiritual Kabupaten Mojokerto, dengan terus membuat dan merencanakan program sejenis secara berkala sebagai suatu agenda rutin. Kita berdoa agar kegiatan keagamaan terus berjalan secara kontinyu, dan menjadi getok tular di semua daerah/kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto”, lontar Bupati.

            Kehidupan modern telah membuat banyak orang terjebak pada materialisme, dimana segala sesuatu diukur dengan materi. Pemenuhan kebutuhan dianggap cukup jika jasmani telah mendapatkan apa yang diinginkannya. Sementara itu, rohani menjadi sesuatu yang kurang mendapatkan perhatian. Berangkat dari simpulan ini salah satunya, Pemkab Mojokerto getol menekankan pentingnya penguatan mental spiritual di segala aspek.

            Ratusan ibu-ibu jamaah Diba’ Kubro yang memadati area pendopo Kecamatan Pungging turut larut dalam lantunan doa dan Shalawat bersama. Bupati dalam sambutannya juga mengapresiasi antusias para jamaah Diba’ Kubro yang sadar akan pentingnya meningkatkan nilai keimanan dengan cara terus ‘berjalan mendatangi’ pintu-pintu amal yang terepresentasikan oleh gelaran acara-acara ngaji bareng penuh manfaat Diba’ Kubro bersama yang tengah berlangsung.

            Bupati dalam acara sedikit menghimbau agar pengurus kegiatan (baik dari perangkat desa dan kecamatan yang bersangkutan), berkomunikasi intensif dengan Pemkab Mojokerto terkait koordinasi rancangan agenda pengayaan mental spiritual yang ditargetkan dapat terus dilaksanakan ke depannya.

            “Komunikasi pengurus dengan Pemkab Mojokerto, Saya harap bisa berjalan dengan baik. Komunikasi dua arah harus terpelihara, karena untuk menyusun agenda-agenda besar keagamaan diperlukan koordinasi matang. Brainstorming atau pemetaan yang tersusun, cukup siginfikan perannya sebab sistem pemerintahan yang cukup rumit akan membuat proses-proses yang diperlukan memakan waktu”, ucap Bupati.

Read more

Gebyar HAN 2015 dan Pengukuhan Bunda PAUD, Bupati Paham Betul Masa Golden Age Anak

Gebyar HAN 2015 dan Pengukuhan Bunda PAUD, Bupati Paham Betul Masa Golden Age Anak

Pemkab Mojokerto bersama Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Mojokerto, menghelat acara Gebyar Gebyar Hari Anak Nasional (HAN) 2015 sekaligus pengukuhan Bunda PAUD yang dinobatkan langsung oleh Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, di Pendopo Graha Majatama, Sabtu 29 Agustus 2015 pagi.

            Dalam sambutannya, Bupati menegaskan sentralnya peran seorang “Bunda PAUD” yang telah ditunjuk, sebagai pengayom dan penghubung perluasan akses pelayanan dan peningkatan mutu PAUD Kabupaten Mojokerto khususnya.

            “Bunda PAUD harus mendorong perkembangan dan kemajuan PAUD dan cakap dalam memotivasi penggiat PAUD dari kalangan akademisi, organisasi kemitraan dan instansi terkait. Nantinya Bunda PAUD juga kita harapkan mampu menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan para stakeholders atau pemangku kepentingan (pemerintah, perbankan, industri, BUMN/BUMD, dan sebagainya) guna memberi support matrill sebagai wujud dukungan akan program-program PAUD yang lebih baik ke depan”, tutur Bupati.

            Predikat “Bunda PAUD” diberikan kepada Ikhfina MKP secara simbolis oleh Bupati di depan seluruh tamu undangan, diantaranya SKPD, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Perwakilan Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto, Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua GOPTKI, Bunda PAUD Kecamatan dan Desa/Kelurahan se-Kabupaten Mojokerto. 

            Gebyar Hari Anak Nasional (HAN) 2015 dan pengukuhan Bunda PAUD tersebut juga dimeriahkan oleh persembahan tari Remo anak dari SDN Kemlagi, dan tari Jaranan oleh siswa TK, dan gerak tari membentuk formasi tulisan ‘Bunda PAUD’ yang dipersembahkan siswa-siswa TK dari 8 kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto.

            Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD jelas punya peranan penting untuk masa depan, karena ketika usia dini otak berkembang sangat pesat hingga 80 persen. Anak akan menerima dan menyerap informasi dari lingkungan sekitarnya, tanpa mengetahui baik dan buruk. Pada rentang waktu usia tersebut terjadi perkembangan mental, fisik, dan spiritual pada anak secara cepat. Oleh sebab itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai golden age (masa emas anak).

            Bupati dalam sambutan juga mengungkap fakta tersebut, hal itu juga rupanya yang menjadi alasan mengapa dirinya berpihak dan memberi support penuh terhadap kemajuan PAUD Kabupaten Mojokerto.

            “Pendidikan di usia dini merupakan suatu hal yang penting dan genting untuk dilakukan. Penting karena hal tersebut berpengaruh pada masa depan, genting karena waktunya yang pendek. PAUD ibarat ‘alat deteksi bakat’ anak sejak dini, dengan begitu masa keemasan anak (golden age) akan berjalan dengan maksimal dan efektif”,  ujar Bupati.

Read more

Tanah Suci Makin Padat, Bupati Pesan JCH 2015 Jaga Fisik, dan Koordinasi Terarah dengan Petugas

Tanah Suci Makin Padat, Bupati Pesan JCH 2015 Jaga Fisik, dan Koordinasi Terarah dengan Petugas

Total 1.235 orang Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Mojokerto 1436 H Tahun 2015, resmi diberangkatkan oleh Bupati Mustofa Kamal Pasa dari Pendopo Graha Maja Tama Kabupaten Mojokerto, Kamis 20 Agustus 2015.

            “Syukur Alhamdulillah,  jumlah JCH asal Kabupaten Mojokerto tahun ini terbilang cukup banyak. Saya bangga, karena secara tidak langsung hal ini menjadi indikasi bahwa kondisi ekonomi masyarakat stabil. Jumlah JCH tahun ini semoga menjadi cermin kesadaran akan iman dan taqwa (imtaq) masyarakat Mojokerto, mengingat menunaikan haji ke tanah suci adalah salah satu rukun iman dalam agama Islam”, tutur Bupati dalam sambutannya.

            Bupati menyatakan kesiapan dan dukungannya kepada seluruh JCH Kabupaten Mojokerto tahun ini, dengan pemberian bantuan bersifat formal atau non-formal. Antara lain mengadakan pembinaan dan pemantapan manasik haji. Transportasi keberangkatan dan kepulangan, akan diakomodir sepenuhnya oleh pihak Pemkab Mojokerto.  

            Pelepasan sendiri dilakukan oleh Bupati, ditemani Sekretaris Daerah Hery Suwito, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ismail Pribadi, anggota Forkopimda, Ketua Tim Penggerak PKK Ikhfina Mustofa Kamal Pasa, SKPD, serta Camat se-Kabupaten Mojokerto.

            Kasi Haji Kementrian Agama Kabupaten Mojokerto, H. Mukti Ali, secara resmi memberikan informasi keberangkatan haji yang dijadwalkan jatuh pada tanggal 1 September 2015 mendatang. Ia menghimbau bagi seluruh JCH agar membuat persiapan matang menjelang hari keberangkatan yang tinggal menghitung hari.

            “JCH Kabupaten Mojokerto sebanyak total 1.235 orang akan resmi berangkat pada tanggal 1 September 2015. Para calon harus sudah mempersiapkan kondisi fisik dan mental dengan baik”, infonya.

            Acara pelepasan ini juga ditambahi siraman rohani oleh K.H. Imam Hambali dari Surabaya yang menyampaikan tausyiah guna memperkuat keimanan para calon jamaah yang hadir di Pendopo Graha Majatama. Tausyiah ini merupakan bagian dari penguatan mental spiritual. K.H. Imam Hambali menekankan  pentingnya membersihkan diri, dan menjaga hati dari segala macam kedengkian dan sifat yang tidak baik.

            “Ibadah haji ibarat perjalanan menuju ‘pembalasan kecil’ atas segala perbuatan yang dilakukan dalam hidup sehari-hari. Menjaga diri dan hati akan mampu menyelematkan kita di tanah suci nantinya, Insyallah”, ucap K.H. Imam Hambali.

            Di akhir acara Bupati sekali lagi mewanti-wanti para calon jamaah agar tetap menjaga kesehatan fisik dengan menjaga pola makan dan istirahat yang cukup, mengingat tanah suci adalah tempat suci berkumpulnya jutaan umat Islam dalam satu tempat. Terlebih isu penyakit endemik dan virus yang berpotensi menjangkiti jamaah, para petugas dan pendamping jamaah haji harus bisa berkoordinasi dan menyampaikan segala informasi dengan jelas dan terarah kepada jamaah.

            “Semakin padatnya kondisi di Madinah dan Makkah, kami juga menghimbau petugas haji Indonesia untuk terus meningkatkan pelayanan, mengikuti pergerakan dan menjaga keamanan jamaah. Koordinasi terarah harus selalu dilakukan agar ibadah berjalan lancar. Sekali Saya berdoa agar semua JCH 2015 usai menjalankan ibadah nanti, Insyallah menjadi haji yang mabrur” tutupnya dalam acara.

Read more

Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-70, Bupati Harap Sub-Tema Ayo Kerja Sebagai Pisau Bedah Kupas MEA 2015

Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-70, Bupati Harap Sub-Tema Ayo Kerja Sebagai Pisau Bedah Kupas MEA 2015

Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, menjadi tuan rumah resmi dari acara resepsi kenegaraan dalam rangka memperingati HUT RI ke-70. Usai menggelar upacara detik-detik prokalamasi dan upacara pengibaran bendera merah putih yang disambung upacara penurunan bendera pada sore hari, tepat pukul 19.00 WIB resepsi ini dihelat lancar di Pendopo Graha Majatama, Senin 17 Agustus 2015 malam.

            Resepsi ini sebagai penutup dari seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ke-70, yang tahun ini mengusung tema “Gerakan Nasional ‘Ayo Kerja’ 70 Tahun Indonesia Merdeka”. Turut hadir beberapa tamu kehormatan, diantaranya adalah Wakil Bupati Choirun Nisa, Sekda Heri Suwito, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ismail Pribadi, Asisten dan staf ahli, SKPD, Forpimda, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto Ikhfina Mustofa Kamal Pasa, Dharma Wanita, tokoh-tokoh masyarakat, ulama, para pejuang kemerdekaan atau veteran, serta pimpinan organisasi dan partai politik.

            “Dalam rangka HUT RI ke-70, tahun ini Provinsi Jawa Timur mengambil sub tema ‘Ayo Kerja’. Hal ini juga terkait upaya dan kesiapan bersama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Daya saing ekonomi menjadi fokus masalah yang menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan di Asean. Karenanya, untuk menangkap keuntungan maksimal dari terbentuknya MEA adalah dengan ‘Ayo Kerja’, untuk menyulut semangat dan kompetensi diri. Ibarat ‘pisau bedah’, semangat ‘Ayo Kerja’ kita harap mampu mengupas tuntas apa saja peluang, tantangan, maupun ancaman yang terdapat dalam MEA 2015”, papar Bupati dalam sambutan.

            Acara yang dibuka dengan suguhan tari tradisional Bedoyo Surya Mojoputri tersebut, juga menjadi ajang bersilaturahmi dan berbagi kegembiraan euforia HUT RI ke-70. Hal ini juga yang nampak dari wajah tim Pakibraka upacara peringatan detik-detik Proklamasi dan upacara penurunan bendera pada hari yang sama, yang juga ikut menghadiri resepsi kenegaraan di Pendopo Graha Majatama tersebut. Sebagai bentuk apresiasi, Bupati memberikan reward bagi seluruh tim Paskibraka yang telah berhasil menjalankan tugas dengan hadiah berupa paket karyawisata.

            Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Ismail Pribadi, mewakili seluruh masyarakat juga memberikan sedikit sambutannya terkait ragam rangkaian acara yang sudah dilaksanakan dengan lancar. Dirinya bersyukur bahwa seluruh komponen telah menjalankan tugas masing-masing dengan baik.

            “Sejak awal rapat istimewa dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo, hingga suksesnya upacara detik-detik proklamasi, Saya mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto memberikan apresiasi sebesar-besarnya bagi seluruh komponen dan perangkat yang bekerja dengan sangat keras. Benar-benar mencerminkan tema HUT RI ke-70 tahun ini, yakni “Gerakan Nasional ‘Ayo Kerja’ 70 Tahun Indonesia Merdeka” yang mampu membakar semangat”, ujar Ismail Pribadi.

            Bupati dalam acara juga tidak lupa memberikan apresiasi dan penghargaan kepada kecamatan-kecamatan di Kabupaten Mojokerto, yang warganya kooperatif dan taat memenuhi kewajiban lunas PBB. Adapun nama-nama kecamatan dan desanya antara lain, Kecamatan  Gondang (Desa Gondang, Desa Pugeran, Desa Jatidukuh), Kecamatan Dawar Blandong (Desa Cendoro, Desa Mbrayu Blandong, Desa Pulorejo), Kecamatan Gedeg (Desa Jerukseger, Desa Pagerjo, Desa Gedeg), Kecamatan Kemlagi (Desa Mojokumpul, Desa Mojorejo, Desa Mojowates Rejo), Kecamatan Mojosari (Desa Belahan Tengah, Desa Mojosulur), Kecamatan Kutorejo (Desa Sampang Agung, Desa Jiyu), Kecamatan Mojoanyar (Desa Wunut, Desa Keweden Kembar), Kecamatan Bangsal (Desa Pekuwon, Desa Puloniti), Kecamatan Trowulan (Desa Jambuwok), Kecamatan Dlanggu (Desa Punggul), dan Kecamatan Jatirejo (Desa Manting).

            Resepsi kenegaraan juga diwarnai persembahan teaterikal puisi berjudul “ Merah Putih yang Tergores” persembahan siswa siswi SMAN 1 Puri, SMAN 1 Gedeg, dan SMPN 1 Dlanggu. Sekali lagi, Bupati Mustofa Kamal Pasa di hadapan segenap undangan dan tamu memberikan simpulan pendapatnya terkait MEA 2015.

            “Di 70 tahun kemerdekaan Indonesia ini, kita berharap agar tantangan MEA 2015 melahirkan kolaborasi apik antara otoritas negara dan para pelaku usaha. Infrastrukur fisik maupun sosial (hukum dan kebijakan) harus terus dibenahi, serta perlu adanya peningkatan kemampuan daya saing tenaga kerja Indonesia. Jangan sampai Indonesia hanya menjadi penonton di negara sendiri”, harap Bupati.

Read more

Galeri
Komentar Pengunjung
Online Support
Info Pengunjung
© 2009 - 2015 Bagian Humas Setda Kab Mojokerto
Telp: E-Mail: