Kepala SKPD
Menu Utama
Agenda Kegiatan
Link Penting
www.mojokertokab.go.id Situs Resmi Kabupaten Mojokerto.

Info humas

  • [alternative text]GERNAS MANJUR HUT HIMPAUDI ke-11 Falsafah Kejujuran, Ibarat Mata Uang Universal
  • [alternative text]Potensi Ekowisata Kabupaten Mojokerto Capai 3000 Pengunjung Per Tahun, Bupati Beri Standing Applause Kampung Organik Brenjonk
  • [alternative text]Audiensi Pengurus Fatayat NU Pemkab dan Ormas Satu Irisan
  • [alternative text]Peringatan Isra Mi raj 1437 H Dokter Paliatif Beri Siraman Rohani Berbumbu Kesehatan
  • [alternative text]Ngonthel Bareng di Bumi Majapahit Tahun 2016 Punya Reputasi Kuat, Sepeda Onthel Semarakkan Hari Jadi
GERNAS MANJUR HUT HIMPAUDI ke-11 Falsafah Kejujuran, Ibarat Mata Uang Universal

GERNAS MANJUR HUT HIMPAUDI ke-11 Falsafah Kejujuran, Ibarat Mata Uang Universal

GERNAS MANJUR (Gerakan Nasional Pembelajaran Aku Anak Jujur) melalui Dongeng, Musik dan Main di PAUD, serta Pembelajaran Bermakna dan Menyenangkan Keluarga, menjadi tema HUT HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini) ke-11. Bunda PAUD Kabupaten Mojokerto, Ikfina Kamal Pasa beserta Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, menanamkan pesan kejujuran sejak dini kepada ratusan murid PG-TK Al-Izzah, Desa Setoyo Balongmojo, Kecamatan Puri, Jumat 20 Mei 2016 pagi.

            “Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimanapun, sifatnya universal. Orang yang jujur dalam laku dan tutur akan selalu dihargai dalam hidup. Saya berharap para penggerak GERNAS MANJUR Kabupaten Mojokerto baik itu pendidik maupun orangtua, bisa menanamkan falsafah ini pada anak-anak sejak dini,” ujar Bupati dalam sambutan.

            Didukung Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan juga Komisi Permberantasan Korupsi (KPK), GERNAS MANJUR HUT Himpaudi ke-11 yang digelar serentak se-Indonesia ini, Bupati mengajak pihak-pihak swasta seperti perusahaan dan bank untuk mendukung gerakan ini melalui CSR (Coorporate Social Responsibility).

            “GERNAS MANJUR merupakan gagasan brilian yang berhasil diwujudkan, akan makin sempurna jika didukung pihak-pihak swasta seperti korporasi atau bank berupa kegiatan CSR. Membentuk karakter jujur pada anak merupakan tanggung jawab sosial kita semua, sebab anak-anak merupakan tunas muda penerus bangsa,” tambah Bupati.

            Ketua HIMPAUDI Kabupaten Mojokerto, Khoirul Izza, meyakini jika kejujuran merupakan sebuah pondasi dan intergritas bangsa yang mengantar ke kehidupan bahagia. “Kejujuran merupakan pondasi dan intergitas bangsa. Pembelajaran Aku Anak Jujur sesuai dengan 10 Prinsip PAUD yakni belajar melalui bermain, berorientasi pada perkembangan anak, berorientasi pada kebutuhan anak, berpusat pada anak, pembelajaran aktif, berorientasi pada pengembangan nilai-nilai karakter, berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup, didukung oleh lingkungan yang kondusif, berorientasi pada pembelajaran yang demokratis, dan pemanfaatan media belajar, sumber belajar, dan narasumber penggunaan,” lengkap Izza.

            Ikfina selaku Bunda PAUD, lewat ‘sapaan cinta’ menstimulasi seluruh murid PG-TK Al-Izza Puri untuk percaya diri menjadi anak jujur. Ikfina yang merupakan first lady Kabupaten Mojokerto, bahkan ikut memandu gerak dan senam ‘Si Kumbi Anak Jujur’ bersama sang suami, Bupati Mustofa Kamal Pasa. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Yoko Priyono, dan SKPD terkait, juga berbaur dalam keceriaan ratusan murid PG-TK Al-Izza yang antusias dan kompak. 

            HUT HIMPAUDI ke-11 ditutup dengan sesi parenting yang diberikan langsung oleh Ikfina Kamal Pasa. Dalam salah satu materinya, Ikfina menekankan pentingnya mendengarkan dengan seksama perkataan anak. Ia berpesan kepada para orangtua, agar tidak mengintervensi dan membebankan kesalahan yang telah diperbuat anak.

            “Anak-anak tidak boleh diintervensi dan ditakut-takuti, karena anak di usia 3-6 tahun rata-rata sudah bisa menalarkan apa yang mereka terima sebagai suatu pesan. Tetap berlaku dan bertutur lembut, akan memaksimalkan potensi mereka baik dari tumbuh kembang maupun intelegensia,” pesan Ikfina.

Read more

Potensi Ekowisata Kabupaten Mojokerto Capai 3000 Pengunjung Per Tahun, Bupati Beri Standing Applause Kampung Organik Brenjonk

Potensi Ekowisata Kabupaten Mojokerto Capai 3000 Pengunjung Per Tahun, Bupati Beri Standing Applause Kampung Organik Brenjonk

Usaha penggenjotan sektor pariwisata benar-benar digalakkan pada periode ke-dua ini. Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, serius dengan proyek pengembangan 3 daerah utama destinasi wisata yaitu Trowulan, Pacet, dan Trawas. Seperti yang dilakukannya kala mengunjungi dan melakukan dialog interaktif dengan petani organik Kampung Organik Brenjonk, Desa Penanggungan, Trawas, Rabu 18 Mei 2016 pagi kemarin.

            “Kami mengajak petani menurunkan asupan pupuk kimia dan penggunaan pestisida pada tanaman pangan. juga mengajak setiap penduduk membangun RSO (Rumah Sayur Organik) sekitar 5x10 persegi di lahan kosong lereng Penanggungan dan Welirang yang mengelilingi Kecamatan Trawas dan Pacet ini. Brenjonk telah mendampingi 117 petani dan ibu rumah tangga mengolah RSO. Dari sini, tambahan penghasilan dapat diraih hingga lebih dari Rp 500 ribu per bulan dengan rata-rata kunjungan mencapai 3000 orang per tahun. Kami memasarkan 40 jenis produk organik di beberapa supermarket lokal di Surabaya dan Malang,” papar Slamet, inisiator Kampung Brenjonk di dalam forum.

            Kades (Kepala Desa) Penanggungan, Suma’iyah, juga menjabarkan keunggulan Kampung Brenjonk yang berpotensi tinggi sebagai ekowisata, namun Suma’iyah mengakui masih banyak beberapa kekurangan yang terdapat di dalam ekowisata Kampung Brenjonk. Senada dengan paparan Slamet, Suma’iyah secara detail menambahkan jika animo kunjungan yang tinggi ke Kampung Brenjonk tidak cukup tercover dengan sempurna.

            “Kunjungan ke Kampung Brenjonk mencapai 3000 orang, namun dalam beberapa kali kesempatan kita tidak dapat mengcover. Hal ini karena keterbatasan akses infrastruktur jalan, kendaraan besar seperti bus tidak bisa masuk sini karena lebar jalan tidak memadai. Bahkan sarana pertemuan pun menggunakan pendopo Balai Dusun berkapasitas 100 orang yang belum rampung,” papar Sumai’iyah.

            Perempuan berhijab tersebut sangat optimis jika Desa Penanggungan punya prospek kuat sebagai jujukan wisata. “Ada 50 unit rumah yang berpotensi untuk dijadikan homestay. Adik-adik mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi, sering melakukan studi banding dan kerja lapangan di sini. Kita ingin support dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto, agar wisata di Trawas khususnya Kampung Organik Brenjonk di desa kami,” tambah Suma’iyah.

            Sebagai organisasi, kegiatan utama Brenjonk sendiri adalah membuat dan menyosialisasikan gerakan pertanian dengan sistem organik, secara lengkap diartikan sebagai budidaya pertanian yang dilakukan secara ekologis, menggunakan pupuk dan pestisida alami, mengedepankan keragaman (biodiversity) dan menjamin keberlanjutan (sustainability). Setiap bulan Brenjonk mampu memproduksi 5 ton pupuk organik yang diproduksi dari sampah organik penduduk sekitar. Setiap penduduk bisa menjual 20-50 sak sampah daun dan kotoran ternak per bulannya.

            Kejeniusan Kampung Organik Brenjonk Trawas patut diacungi jempol, Bupati Mustofa Kamal Pasa memberistanding applause kepada Desa Penanggungan yang berhasil menggagas Kampung Organik Brenjonk yang telah mengantongi deret prestasi berskala nasional ini. Setiap produk dari sini telah terjamin sertifikasi organik dari PAMOR (Penjaminan Mutu Organik) Indonesia, yaitu skema sertifikasi Sistem Penjaminan Partisipatif (Participatory Guarantee System-PGS) yang di dalamnya memuat tentang Standar Pangan Organik yang dikembangkan oleh IFOAM.

            “Saya banyak mendengar prestasi Kampung Organik Brenjonk Trawas, standing applause untuk para pengelola dan perangkat Desa Penanggungan. Seperti yang sudah disampaikan oleh Ibu Sumaiyah dan Mas Slamet tadi, kami dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto mensupport penuh pengembangan ekowisata di Trawas. Sama seperti yang kami fokuskan di 2 daerah lain yakni Pacet dan Trowulan. Melalui APBD, pembangunan infrastruktur jalan pendukung bisa kita lebarkan 5-6 meter untuk mendukung problem tidak tercovernya lonjakan pengunjung yang mencapai 3000 wisatawan per tahun. Saya minta Bu Kades dan perangkat untuk membuat list dan proposal segera, petakan dan catat kebutuhan apa saja yang diperlukan,” terang Bupati.

            Kampung Organik Brenjonk yang telah mendapat apresiasi program Community Base Initiative (CBI) Ashoka pada tahun 2007 ini, juga menawarkan paket-paket wisata bervariasi antara lain wisata Susur Kampung Organik, Andai Aku Jadi Petani, Kuliner Organik, Wisata Herbal Organik, Wisata Rumah Sayur Organik, Pengolahan Pupuk Organik, Wisata Buah Lokal, Wisata Budaya, dan wisata Energi Terbarukan (Biogas).

Read more

Audiensi Pengurus Fatayat NU Pemkab dan Ormas Satu Irisan

Audiensi Pengurus Fatayat NU Pemkab dan Ormas Satu Irisan

Pemerintah Kabupaten Mojokerto memberi dukungan penuh, atas upaya peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) lewat organisasi agama dan kemasyarakatan. Demikian yang diungkapkan Wakil  Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, saat menerima tamu audiensi dari Pengurus Fatayat Kabupaten Mojokerto, Selasa 17 Mei 2016  pagi.

            Ketua rombongan Fatayat, Sulami, mengatakan jika kini organisasi wanita muda di bawah panji NU (Nahdlatul Ulama) tersebut, terus melakukan upgrading program maupun kegiatan bersifat sosial yang kreatif dan inovatif.

            “Kami menyusun dan melakukan program-program pelatihan, misalnya tentang UU Aparatur Desa, Inisiasi Menyusi Dini, dan Pelatihan Pendampingan ASI. Di bidang ekonomi kami juga membuat pelatihan UMKM dan membuat rintisan koperasi (usaha bersama) yang kami beri nama Koperasi Yasmin,” ungkapnya.

            Sulami juga menambahkan jika saat ini Fatayat NU Kabupaten Mojokerto memiliki sebuah lembaga konseling untuk melindungi perempuan dan anak dari kekerasan. “Sudah satu tahun ini, kita punya Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Sifatnya lebih kepada pendampingan kepada korban. Nantinya LKPPA tersebut menggandeng Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( TP2TP2A) Kabupaten Mojokerto. Kami harap bisa bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto,” harap Sulami.

            Wakil Bupati yang juga didampingi Asiten Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Jazuli, serta Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengatakan jika dalam periode pertama kepemimpinnya mendampingi Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, mereka berkomitmen untuk tetap fokus pada pembangunan infrastruktur. Namun bukan berarti mengendorkan program di luar itu, seperti bidang kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan tentunya peningkatan SDM.  

            “Pemerintah Kabupaten Mojokerto membagi anggaran kegiatan dengan porsi yang berimbang, yakni fisik dan non-fisik. Hal ini juga sudah sering ditekankan oleh Bapak Bupati di setiap kesempatan. Penting bagi kami di Pemerintah Daerah, untuk terus melakukan konsolidasi dengan elemen masyarakat, termasuk di dalamnya organisasi wanita seperti Fatayat NU. Kami concern terhadap semua organisasi sosial agama maupun  kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Mojokerto, karena keduanya merupakan satu irisan,” tandas Pung.

            Didik Chusnul Yakin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, di forum yang sama memaparkan jika salah satu perhatian utama program Pemerintah Kabupaten di bidang kesehatan kini terus ditingkatkan inovasinya.

            “Program kesehatan di Kabupaten Mojokerto cukup banyak. Kita ada 27 Puskesmas, 55 Puskesmas Pembantu, dan 216 Ponkesdes. Kita buat program pengganti Jampersal (Jaminan Persalinan), yaitu program ‘Rumah Tunggu Kelahiran’. Ibu hamil yang akan segera melahirkan, kita beri fasilitas rumah yang kita kontrakkan dekat Puskesmas. Kita ingin para ibu cepat mendapat pertolongan persalinan secepat mungkin, biaya makan minum selama di Rumah Tunggu Kelahiran akan kita cover,” terang Didik.

Read more

Peringatan Isra Mi raj 1437 H Dokter Paliatif Beri Siraman Rohani Berbumbu Kesehatan

Peringatan Isra Mi raj 1437 H Dokter Paliatif Beri Siraman Rohani Berbumbu Kesehatan

 Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Herry Suwito, mewakili  Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, menyampaikan amanat tentang transformasi spiritual dan sosial pada acara Peringatan Isra’ Mi’raj 1437 H Tahun 2016, di Pendopo Graha Majatama, Senin 16 Mei 2016 pagi.

            “Pada peringatan Isra’ Mi’raj 1437 H ini, mari kita transformasikan nilai spiritual dan sosial dalam diri kita menuju arah lebih baik. Spiritual dalam arti meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah, sedangkan sosial artinya lebih memperbaiki hubungan dengan sesama yakni dari kesesalan menuju kesholehan,” ucap Herry.

            Herry menambahkan pula pentingannya evaluasi dalam proses pembangunan, demikian juga dengan sikap menghormati hukum, melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik, dan mengedepankan demokrasi yang santun  dan berakhlaq.

            “Kabupaten kita terus berbenah diri, evaluasi sangat diperlukan dalam sebuah proses tata kelola pemerintahan yang sehat. Dengan menghormati hukum dan menjunjung demokrasi yang santun, insyallah sari kebaikan dari peristiwa agung perjalanan Isra’ Mi’raj turut menaungi pemerintahan kita,” harapnya.

            Asisten Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Jazuli, juga menerangkan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menunjukkan kecintaan umat Islam terhadap Rasulullah Muhammad SAW. Peristiwa Isra Miraj merupakan perjalanan Rasulullah untuk menerima perintah shalat 5 waktu. Dengan melaksanakan sholat secara baik dan benar akan mencegah serta menghindarkan umat islam dari perbuatan keji dan mungkar, seperti yang sudah diamanahkan dalam Al-Quran.

                Kepala Instalasi Paliatif Kanker dan Bebas Nyeri RSUD dr. Soetomo, dr. Agus Ali Fauzi, PGD Pall Med, dihadirkan sebagai penceramah sekaligus motivator. Paliatif sendiri adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan pasien dan keluarganya, menghadapi masalah yang berhubungan dengan penyakit yang mengancam jiwa.

            Teknik ini berguna untuk mencegah dan meringankan penderitaan, melalui identifikasi awal dan penilaian serta terapi psikososial dan spiritual. Salah satu tantangan paliatif adalah bagaimana para tenaga kesehatan menghadapi persoalan kematian pasien (sakaratul maut)  dengan penyakit stadium terminal. Pemahaman akan hal ini disampaikan secara ilmiah namun tetap gaya Islami oleh Agus Ali Fauzi, dengan mengangkat tema ‘bahagia dan sehat dengan rasa syukur’.

            “Banyak yang belum menyadari bahwa mutu kesehatan jasmani sebenarnya tergantung apa yang terjadi dalam rohani. Kita tidak boleh menyalahkan asupan makanan sebagai ‘biang kerok’. Seharusnya kita harus introspeksi diri, apakah kita menikmati hidup? Apakah kita mudah memaafkan sesama? Apakah kita sudah ikhlas bekerja tanpa dibayangi uang yang besar? Tidak bersungut-sungut jika diberi pekerjaan? Apakah kita mudah tersinggung dan sakit hati? Semua makanan boleh dikonsumsi, asal tidak berlebih. Bersyukur atas setiap oksigen (nikmat) yang kita hirup dan sadar kekuasaan Allah melebihi apapun, akan menggerus segala penyakit rohani yang merugikan jasmani,” tutur lulusan Kedokteran Unair 1988.

Read more

Ngonthel Bareng di Bumi Majapahit Tahun 2016 Punya Reputasi Kuat, Sepeda Onthel Semarakkan Hari Jadi

Ngonthel Bareng di Bumi Majapahit Tahun 2016 Punya Reputasi Kuat, Sepeda Onthel Semarakkan Hari Jadi

Sekitar 3000 onthelis memadati lapangan Pendopo Agung Trowulan, untuk ikut menyemarakkan gempita Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-723 melalui acara Ngonthel Bareng di Bumi Majapahit Tahun 2016. Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, memberangkatkan langsung para pecinta sepeda juang (onthel) yang mengayuh rute sepanjang 11 km melintasi situs-situs sejarah Kerajaan Majapahit.

Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Mojokerto, Ustadzi Rois, mengatakan dalam sambutan pembukaan bahwa animo masyarakat terutama para pecinta sepeda onthel sangat baik. Selain berpartisipasi dalam rangka memerihakan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Mojokerto, juga menjadi sarana promosi pariwisata andalan Trowulan.

“Kegiatan Ngonthel Bareng di Bumi Majapahit Tahun 2016 merupakan kali ke-dua untuk kita. Animo masyarakat sangat luar biasa, onthelis dari KOSTI (Komunitas Sepeda Tua Indonesia) Jawa Timur kurang lebih 3000 orang. Onthelis dari luar provinsi yakni dari Jawa Barat juga ikut memeriahkan, kita bisa sekalian promosi pariwisata andalan Trowulan,” terang Rois, Minggu 15 Mei 2016.

Rute ngonthel sendiri dimulai dari titik start di Pendopo Agung Trowulan, Candi Kedaton, Makam Syech Jumadil Kubro, Candi Tikus di Desa Temon, Candi Bajang Ratu, Candi Minakjinggo, Makam Putri Cempa, Kolam Segaran, Museum Majapahit, dan finish di Pendopo Agung Trowulan lagi.

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, mengungkapkan rasa bangganya akan perkembangan komunitas pecinta sepeda tua. Sepeda onthel yang lekat dengan perjuangan bangsa Indonesia kala berjuang melawan penjajah, hingga kini masih eksis dan bisa digunakan sebagai sarana berpromosi pariwisata salah satunya dengan acara Ngonthel Bareng di Bumi Majapahit Tahun 2016.

“Sepeda tua atau sepeda untho yang jamak dipakai pada masa penjajahan, memiliki reputasi yang kuat dan kualitas tinggi. Saya terkesan dengan antusiasme teman-teman onthelis, baik dari KOSTI maupun masyarakat umum. Saya dengar ada kawan-kawan dari Jawa Barat yang berhari-hari mengayuh onthel nya menuju ke sini. Kesempatan ini bisa kita manfaatkan sebagai wahana promosi pariwisata. Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan,” harap Pung.        

Salah seorang anggota panitia acara, S. Kresno, mengonfirmasi jika ada banyak onthelis yang berasal dari luar Mojokerto bahkan luar provinsi. Selain memenuhi hobi, tujuan onthelis pada umumnya adalah meningkatkan rasa persaudaraan sekaligus bertukar informasi mengenai sepeda onthel.

            “Iya benar, ada kawan-kawan onthelis yang datang dari beberapa daerah di Jawa Barat, ada Bandung, Tasikmalaya, Sukabumi, dan beberapa lainnya. Mereka ngonthel selama kurang lebih 6 hari dari kota asal. Karena memang sudah hobi dan semangat komunitas ya,  kumpul-kumpul di event akbar seperti ini juga mereka manfaatkan untuk bertukar info misal onderdil atau spare part sepeda,” terangnya.

            Selain KOSTI, Ngonthel Bareng di Bumi Majapahit kali ini juga diikuti oleh LCC (Lodeh Cycling Club) yang merupakan komunitas pesepeda para anggota Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) yang diketuai oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Akhmad Jazuli.

Read more

Galeri
Komentar Pengunjung
Online Support
Info Pengunjung
© 2009 - 2016 Bagian Humas Setda Kab Mojokerto
Telp: E-Mail: