Kepala SKPD
Menu Utama
Agenda Kegiatan
Link Penting
www.mojokertokab.go.id Situs Resmi Kabupaten Mojokerto.

Info humas

  • [alternative text]PELANTIKAN PIMPINAN ANAK CABANG (PAC) MUSLIMAT NU SE KABUPATEN MOJOKERTO PERIODE 2014-2019
  • [alternative text]PENGAMBILAN SUMPAH / JANJI DAN PELANTIKAN PEJABAT STRUKTURAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO
  • [alternative text]Bupati MKP : Musrenbang 2015 Wujud Serius Rancang Kesejahteraan Rakyat
  • [alternative text]Konsisten Visi Misi, Bupati MKP Terus Galakkan Rembug Desa
  • [alternative text]Pemkab Lancarkan UKP3D, Bank Jatim Berikan Bantuan Mobil
PELANTIKAN PIMPINAN ANAK CABANG (PAC) MUSLIMAT NU SE KABUPATEN MOJOKERTO PERIODE 2014-2019

PELANTIKAN PIMPINAN ANAK CABANG (PAC) MUSLIMAT NU SE KABUPATEN MOJOKERTO PERIODE 2014-2019

Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa, SE dan kepala SKPD serta camat Kabupaten Mojokerto  menghadiri pelantikan pimpinan anak cabang (PAC)  muslimat NU Se Kabupaten Mojokerto periode  2014 - 2019, Minggu 22 Maret 2015 yang dilaksanakan di kantor NU Kabupaten Mojokerto. 

Acara di mulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh ustadzah Enik Nurfiyah dan pembacaan  sholawat Badar dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menyanyikan   mars  Muslimat NU. Pelantikan pimpinan anak cabang (PAC) muslimat Nu yang dilantik oleh Ibu nyai  Hj. Chodijah Tamhid para ketua pimpinan anak cabang mengikuti kata – kata pelantikan dan dilanjutkan dengan penyerahan SK oleh ketua Muslimat NU kepada Ketua pimpinan  anak Cabang yang ada 18 anak cabang setiap anak cabang ada 40 peserta.

Dalam Sambutannya Bupati MKP menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru  dilantik bahwa dengan dilantiknya PAC Muslimat NU cabang Kabupaten Mojokerto bisa terus  mempererat persatuan serta tali persaudaraan antar umat beragama serta bisa menjalankan  tugasnya dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan AD/ART. Diharapkan pelantikan ini akan  mampu menambah ukhuwah islamiyah antar manusia tanpa mengenal ras, suku dan Agama . Bupati juga menambahkan “ saya pengen ketua Muslimat NU untuk membuat tim untuk berkoordinasi       dengan pemkab untuk menjalakan kegiatan-kegiatan yang ada di Muslimat NU dan saya Pengen Kegiatan yang ada di Muslimat NU di biayai oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan untuk seragam Muslimat NU sudah saya siapkan tinggal  membaginya.” Kata Bupati MKP Sebelum mengakhiri sambutannya Bupati MKP menyerahkan alat  trasportasi untuk Muslimat NU kabupaten Mojokerto yang diserahkan kepada Ketua Muslimat NU.

Dalam sambutan pimpinan cabang Nahdhatul Ulama / PCNU Ibu Nyai Hj. Chodijah Tamhid dengan Kehadiran Bapak Bupati dalam Pelantikan ini, diharapkan dapat menambah semangat para wanita  NU yang ada Di Kabupaten Mojokerto, katanya tak hanya itu, sambungnya , diharapkan dengan  pelantikan ini Muslimat NU Kabupaten Mojokerto dapat lebih memberikan kontribusi nyata dalam  pembangunan di Kabupaten Mojokerto ini. Apalagi tak bisa dipungkiri bahwa NU merupakan sebuah organisasi yang terbesar di Kabupaten Mojokerto ini.” Katanya sebelum mengakhiri acara  pelantikan Muslimat NU Pidato dan Do’a dipimpin langsung oleh KH Khusen Ilyas Selaku Suriyah NU/Kondisional.

Read more

PENGAMBILAN SUMPAH / JANJI DAN PELANTIKAN PEJABAT STRUKTURAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO

PENGAMBILAN SUMPAH / JANJI DAN PELANTIKAN PEJABAT STRUKTURAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO

Bupati MKP mengambil Sumpah/janji melantik Sebanyak 38 orang pejabat II, III dan IV di lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto Jumat 20 Maret 2015 Pukul 13.00 WIB. Diantaranya 5 pejabat eselon II, 19 pejabat eselon III dan 14 pejabat eselon IV. Pengambilan sumpah/janji dan pelantikan di ruang Satya Bina karya (SBK) dengan disaksikan oleh Sekertaris Daerah, Asisten dan Kepala SKPD yang diundang.yang menarik dalam agenda mutasi ini adalah pergeseran pejabat eselon II yaitu Noerhono yg semula kepala BPTPM menjadi Inspektur,kepala BPTPM Di isi oleh Bambang Wahyuadi. Bambang Purwanto yg semula menjabat inspektur bergeser menjadi kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggantikan H. Mustain. Kekosongan di Kadin Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan menengah di isi oleh Agus anas Asisten II sedangkan kursi Asisten II di isi oleh H. Mustain mantan kepala kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Dalam sambutanya Bupati MKP menyampaikan, bahwa mutasi dan rotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto merupakan bagian dari sistem pembinaan aparatur dan penataan struktur organisasi secara Konsekuensi. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kinerja organisasi sekaligus pelayanan publik yang semakin berkualitas. MKP juga berpesan dalam harapannya. “Khusus kepada pejabat yang baru dilantik, saya berharap agar dalam melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya, penuh semangat dan senantiasa mengedepankan asas profesionalitas dan bijaksana,” ungkap orang nomor satu di Mojokerto.

Bupati MKP juga mengatakan jika mutasi dan promosi ini dilakukan sebagai upaya pembenahan sistem pelaksanaan pemerintahan, utamanya yang mempunyai wawasan yang luas dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Ia berharap amanat ini merupakan suatu kepercayaan yang harus dilakukan dengan rasa penuh tanggung jawab, membekali diri secara matang dengan etos kerja yang lebih tinggi. “Tambahnya. Acara diakhiri dengan doa bersama oleh segenap tamu undangan yang telah hadir di SBK.

Read more

Bupati MKP : Musrenbang 2015 Wujud Serius Rancang Kesejahteraan Rakyat

Bupati MKP : Musrenbang 2015 Wujud Serius Rancang Kesejahteraan Rakyat

Bidang fisik prasarana masih mendominasi usulan yang masuk dalam RAPBD 2016 Kabupaten Mojokerto. Terbukti, dari total usulan anggaran sebesar Rp 748 M, bidang ini menyumbang angka Rp 563 M, atau sebesar 70% dari total usulan anggaran. Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto, Ketut Ambara menjelaskan, dari penyelenggaraan Musrenbang tingkat kecamatan yang sudah dilaksanakan sejak bulan Februari lalu, total usulan seluruh kecamatan sebesar Rp 748.184 M. Dengan total kegiatan sebanyak 3604 kegiatan.

            "Usulan terbanyak ada di bidang fisik prasarana, yakni 2.309 kegiatan dengan total anggaran Rp 563 M, selanjutnya bidang sosial budaya sebanyak 554 kegiatan dengan anggaran senilai total Rp 72 M dan terakhir bidang ekonomi sebanyak 741 kegiatan sedangkan rencana anggaran senilai total Rp 95 M," jelasnya usai pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2016 di Pendopo Graha Maja Tama, Kabupaten Mojokerto, Kamis 19  maret  2015.

            Ketut juga menambahkan, Musrenbang Kabupaten Mojokerto tahun 2015 merupakan landasan untuk penyusunan KUA dan PPAS serta RAPBD Kabupaten Mojokerto tahun anggaran 2016. "Dengan tersusunnya RKPD ini diharapkan sudah tidak ada perubahan atau usulan dalam hal program dan kegiatan tahun 2016. Kecuali hal-hal yang bersifat krusial, emergency dan mendesak," tandasnya.

            Sementara itu, Bupati MKP dalam sambutannya mengatakan perihal sektor penting yang memerlukan perhatian lebih Kabupaten Mojokerto, “Isu-isu strategis pembangunan Kabupaten Mojokerto yang memerlukan sorotan khusus kita saat ini meliputi peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, pembangunan dan pemeiliharaan infrastruktur, revitalisasi pertanian dan pengembangan Agroindustri, peningkatan industri pariwisata, serta pembangunan ekonomi”, ungkap Bupati MKP dalam kesempatan yang sama.

            Pada Musrenbang 2015 ini Bupati berharap agar para pemangku kepentingan atau stakeholders di tingkat Kabupaten atau Kota, bisa mematangkan Rancangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), yang disusun berdasar pada kompilasi seluruh rancangan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD). Target utama dari Musrenbang 2015 yaitu untuk mendapatkan masukan tentang penyempurnaan rancangan awal RKPD yang memuat rencana prioritas pembangunan daerah serta pendanaannya. Penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan terhadap RKPD Kabupaten, serta menyepakati prioritas pembangunan.

            Acara ini dihadiri juga oleh SKPD dan delegasi Kecamatan se-Kabupaten  Mojokerto, instansi di lingkup Pemkab Mojokerto, PKK Mojokerto, Perguruan tinggi wilayah Kabupaten Mojokerto, serta Ormas tingkat Kabupaten (LSM, tokoh agama). Masing-masing dari para perwakilan tersebut, memberikan aspirasi dan tanggapannya langsung  terkait inti dari tajuk acara yang digagas.

            “Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto sebesar 6,92%, angka ini bahkan melebihi pencapaian tingkat Provinsi Jawa Timur yang sedikit di bawah Kabupaten Mojokerto, yakni sebesar 6,55% dalam prosentase”, tutur Bupati MKP optimis. Penjelasan tersebut tentu dibarengi dengan fakta statistik yang menjelaskan bahwa pendapatan perkapita Kabupaten Mojokerto berangsur-angsur naik per tahunnya, dari Rp 22.515.171 pada 2012 menjadi Rp 25.458.979,23 pada 2013. Prestasi ini juga ditambah dengan IPM Kabupaten Mojokerto yang juga meningkat tiap tahunnya, dari 74,42% pada 2012  menjadi 75,26% pada 2013.

            Angka-angka kenaikan tersebut tidak lepas dari perencanaan dan perhitungan matang, yang direalisasikan untuk pembangunan merata dan menyeluruh. Beberapa hal yang masuk daftar prioritas pembangunan tahun ini adalah peningkatan pembangunan infrastruktur umum, seperti pemeliharaan dan peningkatan sejumlah jalan poros desa, jalan lingkungan. Bupati MKP dalam Musrenbang ini juga menyampaikan niatnya untuk memaksimalkan potensi wisata Kabupaten Mojokerto dengan kerjasama dengan pihak Perhutani Pasuruan untuk mengembangkan kawasan wisata Padusan Pacet, dengan anggaran dana mencapai Rp 50 M sebagai bentuk upaya serius Pemkab.

            Banyak sektor yang perlu dibenahi tidak membuat Bupati dan Pemkab Mojokerto melewatkan sektor di bidang kesehatan dalam rancangan pembangunan dan pengembangannnya. Akses kesehatan dan kualitas pelayanan atau hospitality akan terus ditingkatkan dengan membangun unit Puskesmas Rawat Inap lengkap dengan pengadaan mobil ambulance. Dari sebelumnya 16 Puskesmas Rawat Inap, akan ditambah lagi 11 Puskesmas Rawat Inap, sehingga totalnya menjadi 27 Puskesmas Rawat Inap. Semakin bagus fasilitas Puskesmas Rawat Inap, maka akan mengurangi angka rujukan ke RS yang tentu akan membutuhkan biaya lebih mahal.

            Dari semua sektor pembangunan infrastruktur umum yang ditargetkan Pemkab, kesejahteraan masyarakat menjadi hal utama yang harus digaris bawahi. “Infrastruktur umum yang nyaman, tentu harus berbanding lurus dengan kesejateraan masyarakat. Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, akan didukung penuh oleh Pemkab. Program Bedah Rumah diharapkan akan mampu mengangkat dan memperbaiki kesejahteraan dan kualitas standar hidup masyarakat kita. Diharapkan kerjasama dan dukungan semua pihak agar RKPD 2015 Pemerintah Kabupaten Mojokerto sukses dan dapat menjadi bahan acuan untuk pembangunan di masa depan”, tutur Bupati MKP menutup acara Musrenbang 2015.

Read more

Konsisten Visi Misi, Bupati MKP Terus Galakkan Rembug Desa

Konsisten Visi Misi, Bupati MKP Terus Galakkan Rembug Desa

            “Pada 2015 ini, tidak akan ada lagi alasan bagi desa-desa dengan infrastruktur yang minim untuk tidak direhab dan dibangun. Agenda “Sambang Desa” yang pernah dilaksanakan pada 2013, telah memberikan bantuan sebesar Rp 165 juta per desa. Tahun ini pada agenda Rembug Desa, dana bantuan rata-rata Rp 400 juta sudah menunggu untuk didistribusikan ke desa-desa yang membutuhkan”, Tegas Bupati MKP disambut tepuk tangan warga pada acara Rembug Desa, Senin (16/3) di Desa Balongwono Kecamatan Trowulan.

            Dusun Balongwono desa Balongwono Kecamatan Trowulan yang terdiri dari 224 Kepala Keluarga ini,  secara khusus meminta pembangunan jembatan di atas sungai ring kanal Ngotok, sebagai akses menuju dusun ke areal pemakaman. Dibutuhkan jarak tempuh sejauh  5 km lebih untuk menuju ke pemakaman dan sawah, maka atas dasar pertimbangan inilah warga berharap agar Bupati MKP bisa mewujudkan permintaan ini segera.       

             Masyarakat di Dusun Kembangkuning  juga mengeluhkan kecilnya voltase listrik  sehingga lampu penerangan jalan tidak pernah menyala. Beralih dari permaslahan kecilnya voltase, ternyata jembatan penghubung dusun sepanjang 1,5x10m di dusun ini, juga mengalami kerusakan karena usia pembangunan awal yakni tahun 1979, dan belum pernah dipugar atau diperbaiki sampai sekarang. Warga Dusun Kembangkuning juga menghendaki pembangunan DAM di Jombang, yang selama ini berjasa mengairi persawahan mereka. Atas permintaan ini, Bupati MKP memberikan jawabannya, “Kami belum bisa melakukan hal tersebut, karena DAM yang dimaksud tidak berada dalam kendali dan otoritas Pemkab Mojokerto. Solusi yang kami tawarkan dari keluhan Saudara sekalian adalah, pembangunan sumur bor dangkal yang bisa dioperasikan ketika kemarau tiba. Semua akan didanai oleh Pemerintah Daerah”, ujar Bupati MKP.

            Usai mendengar aspirasi warga Dusun Kembangkunig, Bupati MKP tidak lupa menyambangi Dusun Wates Lor dan Dusun Kweden Kecamatan Trowulan. Bupati memberi gagasan agar pagar rumah warga diseragamkan dengan arsitektur bergaya Majapahit, sebagai citra Trowulan sebagai kerajaan besar pada masa lampau. Pembangunan musholla, pengaspalan jalan, tiang penerangan jalan dan drainase, tentu juga termasuk dalam usulan warga yang diamini langsung oleh bupati MKP pada kunjungan dua dusun ini.

            Rembug Desa yang terus digalakkan oleh Bupati MKP, tidak pernah luput untuk menyisir desa-desa yang butuh penanganan cepat. Begitu pula dengan Desa Punggul Kecamatan Dlanggu yang menjadi agenda Rembug Desa Bupati MKP  pada Rabu (18/3).

            Desa dengan tujuh Dusun yakni Dusun Janti, Sukoasri, Dawuhan, Ngepung, Ngembul, Graji dan Karangkletak ini membutuhkan penanganan segera di sektor pembangunan jalan poros dan  jalan lingkungan. “Kami berterimakasih atas kunjungan Bapak Bupati MKP yang bersedia meluangkan waktunya untuk menengok desa kami yang jalan utamanya sangat buruk, sesuai yang Bapak Bupati dan rombongan tadi lewati”, ujar Kepala Desa Punggul, Bapak Subadri, sedikit bergurau.

            Jalan cor tampaknya merupakan problem kritikal yang dihadapi warga Desa Punggul, terutama Dusun Janti. Kritikal karena pembangunan ini benar-benar harus disegerakan, sebab kondisi jalan yang masih tanah dengan batuan besar dan sudut-sudut tajam. Beberapa unit rumah warga memerlukan renovasi total dan tidak lagi layak huni, bersanding lengkap dengan problem lampu penerangan jalan, pembangunan TPQ, saluran air dan jalan usaha tani.

            Tidak jauh berbeda dengan apa kondisi dikeluhkan oleh warga Dusun Janti, warga Dusun Karangklethak, Dusun Graji dan Dusun Ngepung  juga menumpahkan langsung uneg-uneg mereka pada Bupati MKP. Di dusun ini tercatat 5 unit rumah tidak layak huni, rehap gapura dusun, rehab jalan aspal, dan pembangunan atap masjid yang diidamkan warga, bakal direalisasikan oleh Bupati MKP secepatnya. Bupati juga menilik langsung kondisi SDN Punggul yang sudah lapuk, dan menginstruksikan renovasi gedung dengan konstruksi besi dan baja. Tidak lagi memakai bahan baku kayu sebagai kerangka bangunan yang rentan rapuh.

            Masih dalam satu rangkaian acara yang sama, Bupati MKP juga turut meramaikan acara pengundian pemenang dalam acara “Bulan Panutan Pembayaran PBB-P2 Tahun 2015”, didampingi oleh segenap perwakilan dari  Dinas Pendapatan Daerah atau Dipenda Kabupaten Mojokerto, yang digelar terbuka di lapangan Desa Punggul siang itu.  Acara tersebut digelar dengan tujuan untuk mengapresiasi warga yang taat dan tepat waktu membayar pajak, dengan memberikan sejumlah hadiah menarik yang diundi langsung oleh Bupati MKP. Acara pengundian ini kemudian dilanjutkan langsung dengan forum terbuka Bupati MKP dan warga di Balai Desa Punggul. Kepala Desa Punggul, Subadri, sangat bersemangat dengan upaya Bupati MKP untuk mensejahterakan masyarakat pedesaan yang menurutnya kini sangat kritis terhadap Pemerintah Daerah. “Masyarakat kami sangat kritis terhadap kinerja Pemerintah Daerah saat ini, semoga Bupati MKP bisa terus menampung segala aspirasi dan keluhan warga”, tegasnya dengan semangat. 

Read more

Pemkab Lancarkan UKP3D, Bank Jatim Berikan Bantuan Mobil

Pemkab Lancarkan UKP3D, Bank Jatim Berikan Bantuan Mobil

Bertempat di Rumah Dinas Bupati Mojokerto pada Jumat 13 Maret 2015 acara serah terima kendaraan operasional Pemungutan Pajak Daerah atau PPD, secara resmi diserahkan langsung  oleh Pimpinan Bank Jatim Cabang Mojokerto, Agus Sastiono, Spd, Mpd, kepada  Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto, Herry Suwito, Spd. Mpd, mewakili Bupati Mojokerto.

            Sekda  menyampaikan beberapa poin penting terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan Daerah. Pada 2015 ini penerimaan PAD adalah Rp 400 M dari pendapatan yang ditetapkan yakni sebesar Rp 2,1 T, atau 19,87% dalam hitungan prosentase. Angka ini terbilang besar jika dibandingkan dengan beberapa daerah lain. Untuk Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBBP2), target penerimaan yang ditetapkan pada 2015 ini adalah sebesar Rp 64,75 M dari targetnya yaitu Rp 400 M, dan diharapkan bisa tercapai dari “Buku 123 Rp 38,30 M” serta “Buku 4,5 Rp 26,45 M”. Pemungutan PBBP2 2015 dalam “Buku 123” memuat tentang proses pemungutan PBBP2 yang diawali dengan pekerjaan kalibrasi perhitungan besarnya ketetapan pajak terutang, cetak massal SPPT, dan distribusinya. Kepada Petugas yang bekerja untuk memungut PBBP2 dan berprestasi, Pemerintah Kabupaten Mojokerto akan memberikan reward atau penghargaan pada saat momentum penting, yakni pada saat 17 Agustus 2015 dan HUT Pemkab Mojokerto.

            Lebih lanjut Sekda menyampaikan upaya untuk mempercepat realisasi penerimaan PBBP2, Pemkab Mojokerto akan membentuk Unit Keliling Pelayanan Pembayaran Pajak Daerah (UKP3D) yang diharapkan akan meningkatkan kualitas layanan serta mempermudah layanan pembayaran PBBP2. Unit ini sesuai rencana akan beranggotakan tim dari Dinas Pendapatan dan Kecamatan setempat. Jumlah transportasi UKP3D milik Pemkab sendiri adalah 3 unit, dengan bantuan  1 unit mobil lagi dari Bank Jatim, maka saat ini UKP3D memiliki 4 unit mobil. “Semoga dengan bantuan mobil dari Bank Jatim ini, dapat meningkatkan pelayanan dan kulitas UKP3D pada masyarakat”, tambah Sekda.

            Dalam acara yang  juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Mojokerto,  dan Kepala SKPD beserta Camat se-Kabupaten Mojokerto, Sekda memprediksi kendala yang mungkin berpotensi menghambat operasional UKP3D secara teknis masih sangat mungkin untuk terjadi di depan. Kendala tersebut diantaranya adalah terbatasnya unit transportasi mobil sebagai alat pendukung utama UKP3D. Sekda juga memberikan evaluasi terhadap Dinas Pendapatan yang saat ini belum bisa mengakses Laporan Realisasi Penerimaan PAD, dari SIMDA yang dikelola oleh BPKA bersama Bank Jatim. Untuk menuntaskan problem ini, diharapkan dukungan dari Bank Jatim dan Dispenda agar Laporan Penerimaan PAD dapat segera diselesaikan.

Pimpinan Bank Jatim Cabang Mojokerto, Agus Sastiono, Spd, Mpd, berharap agar hal ini dapat bermanfaat serta mempererat hubungan Bank Jatim dengan Pemkab Mojokerto

Read more

Galeri
Komentar Pengunjung
Online Support
Info Pengunjung
© 2009 - 2015 Bagian Humas Setda Kab Mojokerto
Telp: E-Mail: